cara hitung zakat bisnis

Cara Menghitung Zakat Bisnis

Zakat bisnis masuk ke dalam jenis zakat perdangan dan zakat ini termasuk zakat mal. Zakat perdagangan merupakan zakat yang harus dikeluarkan pedagang dengan jumlah nisab sebesar 85 gram emas yang telah berlangsung 1 tahun.

Zakat adalah rukun Islam yang wajib ditunaikan. Artinya jika tidak dilaksanakan akan mendapatkan dosa. Zakat sendiri terbagi menjadi dua macam yaitu zakat fitrah dan zakat mal.

Penjelasan tentang Zakat

Zakat fitrah diberikan pada saat bulan Ramadhan dan paling lambat sebelum shalat idul fitri. Harta yang dizakatkan adalah makanan pokok yang dikonsumsi masyarakat dengan nilai 2,5 Kg atau setara dengan 3,5 liter beras. Baznaz menetapkan tahun ini zakat fitrah dipatok sebesar Rp.40.000,- per jiwa.

Jenis zakat yang kedua adalah zakat mal. Zakat mal adalah zakat yang wajib dikeluarkann atas harta yang dimiliki. Zakat harus dikeluarkan jika harta telah memenuhi nisab dan telah berlangsung selama setahun.

Syarat Orang yang Diwahibkan Membayar Zakat

Ada syarat orang yang telah diwajibkan padanya untuk berzakat. Artinya jika ada seseorang yang memenuhi syarat ini, maka ia telah diwajibkan untuk membayar zakat. Berikut syarat orang yang diwajibkan membayar zakat.

1. Beragama Islam

2. Merdeka

3. Berakal

4. Sudah baligh

5. Memenuhi syarat Nisab dan batas waktunya (haul)

Cara Menghitung Zakat Perdagangan/ Bisnis

Zakat perdagangan atau bisnis disebut dengan Urudlu al-Tijarah, sebagaimana yang dijelaskan pada laman NUOnline.

Untuk harta yang dimaksud adalah harta yang terkumpul setelah dikurangi utang piutang. Penghitungan dari aset lancar usaha dikurangi utang jangka pendek, ketentuannya utang tersebut jatuh temponya hanya setahun.

Jika selisih memenuhi nisab maka pemilik bisnis diwajibkan untuk membayar zakat.

Apapun Bisnis yang anda jalani, pastikan anda melakukan pemasaran dengan tepat.

Kami bantu dengan digital marketing SEO >> KLIK DISINI

Anggaplah tahu ini harga emas adalah Rp. 903.000,-, berarti zakat perdagangan harus dikeluarkan ketika harta telah mencapai Rp. 75.755.000,-. selanjutnya jumlah tersebut dikalikan 2,5 persen.

Agar tidak bingung, berikut rumus sederhananya yang dapat anda ikuti:

2,5 x (aset lancar – utang)

Apabila aset yang dimiliki sebesar Rp. 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah) dan memiliki hutang sebesar Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah).

Harga emas tahun ini adalah Rp.903.000,- sedangkan nisabnya sebesar 8,5 gram. Itu berarti jumlah nisabnya sebesar Rp. 76.755.000,-. Maka itu berarti bisnis tadi memenuhi syarat untuk dibebankan kewajiban membayar zakat.

Selanjutnya, mari kita lihat rumus sebelumnya dan kita gunakan:

2,5 x (aset lancar – utang)

2,5 x (500.000.000 – 50.000.000)

2,5 {21d307c31395331d3b3b00f8f39c06304d05615532d4db80a327cff179b38240} x 450.000.000 = 11.250.000

Artinya zakat perdagangan yang harus dikeluarkan yaitu sebesar Rp. 11.1250.000,-

Penerima Zakat Mal

Penerima zakat mal sebagaimana yang telah diterangkan oleh Allah dalam al-Quran surat at-Taubah ayat 60 yaitu terdapat 8 golongan penerima zakat. Diantaranya adalah fakir, miskin, amil, hamba sahaya, gharimin, fisabilillah, dan ibnu sabil.

Hikmah Membayar Zakat

Membayar zakat mempunyai hikmah yang sangat besar bagi seorang muslim. Pertama, zakat akan menyucikan jiwa dari sifat kikir, pelit, rakus, tamak dan mengutamakan diri sendiri. Hal ini berarti dengan membayar zakat seseorang telah mengembangkan akhlaknya untuk menjadi lebih baik lagi.

Dengan membayar zakat seseorang akan menjadi semakin dermawan, suka berbuat baik, rela berkorban, dan sebagai bentuk rasa syukur yang atas segala nikmat yang telah Allah karuniakan kepada kita.

Kedua, zakat adalah bentuk tolong menolong antar manusia. Dengan demikian ekonomi orang yang lemah akan tertolong.